18 Agt 2010

Jejak wali



detikcom - Jakarta,
Judul:Jejak-jejak Wali Allah
Penulis: Muhammad Ibn Abi-
Qasim al-Humairi
Penerjemah: Saiful Rahman
Barito
Editor: Achmad Ta ’yudin,
Sayed Mahdi, Fathurrahman
Yahya
Penerbit: Erlangga, 2009
Halaman: xii+424
Menyelami dunia Islam
dengan segala aspek yang
dimilikinya, bagaikan
menyelami luasnya
samudera lautan, atau
bagaikan mengarungi
luasnya angkasa raya
yang penuh dengan
milyaran benda langit,
begitu dalam, begitu
panjang, begitu luas,
begitu universal. Itulah
Islam, begitu banyak ruang
yang belum terbuka, belum
terjamah, dan sampai saat
ini masih menjadi misteri.
Banyak pintu-pintu yang
harus dilewati seseorang
untuk mengetahui lebih
dalam tentang Islam.
Banyak orang mencoba
mencari pintu tersebut
untuk menemukan hakikat
kehidupan, ruang Tuhan
dan kedamaian spiritual.
Dunia tasawuf merupakan
salah satu aspek penting
dalam Islam. Tasawuf
sering dianggap sebagai
cara lain dalam upaya
menyelami relung terdalam
kereligiusan seseorang.
Tasawuf merupakan wujud
pemahaman agama yang
lebih mengedepankan
esensi ketimbang memahami
Islam dengan syariat yang
lebih berorientasi pada
formalitas beragama yang
kerap berujung kepada
pemahaman artifisial agama
dengan sebuah ibadah atau
ritual rutinitas belaka. Lebih
dari itu, tasawuf yang
sering menjadikan tarekat
sebagai jalannya,
merupakan cara untuk
mencapai tingkatan demi
tingkatan menuju pada satu
ruang yaitu ruang
spiritualitas tinggi yang
sering disebut dengan
tingkatan makrifat.
Para Sufi yang terdahulu
dalam memburu makrifat
telah membina serangkaian
tarekat dengan sungguh-
sungguh. Hal ini
dimanifestasikan di dalam
kehidupannya sehari-hari,
sehingga jalan menuju Allah
SWT telah menjadi nafas
dalam keseharian para sufi.
Tarekat Syadziliyah adalah
tarekat yang dipelopori
oleh Syekh Abul Hasan Asy
Syadzili. Nama Lengkapnya
adalah Abul Hasan Asy
Syadzili al-Hasani bin
Abdullah Abdul Jabbar bin
Tamim bin Hurmuz bin Hatim
bin Qushay bin Yusuf bin
Yusya' bin Ward bin
Baththal bin Ahmad bin
Muhammad bin Isa bin
Muhammad, anak pemimpin
pemuda ahli surga dan cucu
sebaik-baik manusia: Abu
Muhammad Hasan bin Ali bin
Abi Thalib r.a dan Fatimah
al-Zahra binti Rasulullah
SAW.
Nama kecil Syekh Abul
Hasan Asy Syadzili adalah
Ali, gelarnya adalah
Taqiyuddin, Julukanya
adalah Abu Hasan dan
nama populernya adalah
Asy Syadzili. al-Syadzili
lahir di sebuah desa yang
bernama Ghumarah, dekat
kota Sabtah pada tahun
593 H(1197 M). Ia
menghapal Al-Quran dan
pergi ke Tunis ketika
usianya masih sangat
muda. Ia tinggal di desa
Syadzilah. Oleh karena itu,
namanya dinisbatkan
kepada desa tersebut
meskipun ia tidak berasal
dari desa tersebut.
Buku Jejak-jejak Wali
Allah, Melangkah Menuju
Gerbang Kewalian Bersama
Syekh Abu Hasan Al-
Syadzili, adalah sebuah
buku yang mencoba
mengulas dan memotret
dengan gamblang sosok
Syekh Abu Hasan Al-
Syadzili dan tarekat yang
didirikannya secara
menyeluruh.
Diawali dengan biografi dan
seputar kehidupan
religinya, kemudian
pembahasan mengenai
berbagai hal bermanfaat
yang lahir dari
pemikirannya, yakni mulai
dari amalan-amalan seperti
Hizib, Doa, dan Zikir (Wirid)
, sampai kepada
pandangan dan wasiatnya
mengenai ilmu tasawuf.
Buku ini rasanya cukup
representatif bagi siapa
saja yang ingin menyelami
dunia tarekat dan kesufian.
Dunia yang meyakini bahwa
untuk mencapai suatu
tingkatan makrifat,
seseorang diharuskan
untuk berserah diri serta
mencintai Allah SWT dengan
hakikat yang sebenarnya.
Karena cinta bagi Al-
Syadzili, “bukanlah
perkataan yang kita hias-
hiasi. Tapi cinta adalah hati
yang kita persembahkan
kepada-Nya. ” (Hijrah dan
Adhika)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kepada pembaca yang budiman khususnya kepada para alim ulama,bilamana dalam artikel2 ini ada kekeliruan mohon petunjuk dan bimbingannya terima kasih.