27 Apr 2010

tata cara ziarah ke kubur

Di bawah ini adalah beberapa petunjuk dalam cara berziarah ke kubur menurut syari'at agama islam yaitu:

1. Hendaklah berwudhu dahulu sebelum berziarah.
2. Setelah sampai di pintu gerbang makam, supaya memberi salam: "assalaamu'alaikum ahladdiyaari minal mu'miniina wa innaa insyaa Allaahu bikum laahiquun nas alullaaha lanaa walakumul 'aafiyata". Atau dengan salam: "assalaamu'alaikum daara qaumin mu'minina fa innaa insyaa bikum laahiquun". Kesejahteraan semoga mu'min, insyaa Allah kami akan bertemu dengan kamu.
3. Sesampainya depan makam yang di tuju, kemudian menghadap ke arah muka mayit(menghadap ketimur) seraya mengucap salam khusus yaitu: assalaamu'alaikum ya.....kesejahteraan bagimu wahai....(sebutkan nama yang diziarahi.
4. Bacalah ayat-ayat/surat-surat dari alqur'an seperti membaca surat yasin, ayat kursi atau membaca tahlil dan lain-lain.
5. Selesai itu, beralihlah menghadap qiblat (kearah barat) dengan membaca do'a.

peringatan:

berdo'a yang dimaksud di atas itu, bukanlah minta kepada kuburan, tetapi memohon kepada Allah swt. untuk mendoakan dirinya sendiri dan yang di ziarahi.
6. Dalam melakukan ziarah itu, hendaknya di lakukan dengan penuh hormat dan khidmat serta khusu,(tenang).
7. Hendaknya dalam hati ada ingatan bahwa aku pasti akan mengalami seperti dia.
8. Setelah berziarah hendaknya memperbanyak amal-amal kebaikan dan menambah bakti ta'atnya kepada Allah swt.
hendaknya jangan menduduki nisan kubur dan melintasi diatasnya, karena hal itu termasuk perbuatan idza' (menyakitkan) terhadap mayit.
sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits sebagai berikut:

yang artinya:"berkata 'amrin bin hasem al-anshory: rasulullah saw, telah melihat aku sedang bersandar pada kubur, maka beliau bersabda: jangan engkau membuat sakit kepada yang punya kubur".

baca juga:
peletakan bunga di atas kubur

1 komentar:

  1. posting yang bagus. Linknya sdh tak tempelin di blogku, mau lhoo...kalau lingku ditempelin di sini.

    BalasHapus

Kepada pembaca yang budiman khususnya kepada para alim ulama,bilamana dalam artikel2 ini ada kekeliruan mohon petunjuk dan bimbingannya terima kasih.